Tuesday, July 22, 2014

GUA MARIA SENDANG LAWANGSIH - YOGYAKARTA

Suatu ketika ada peziarah yang bertanya kepada saya; “Romo, Goa Maria Lawangsih, begitu indah, eksotik, mempesona, dan penuh nuansa sakral yang membawa saya dalam kedamaian iman. Sungguh saya sangat tersentuh dengan Goa Maria Lawangsih. Sebenarnya siapa arsitek dan perancang Goa Maria Lawangsih ini Romo?” Saya terdiam, dan setelah mengambil nafas dalam-dalam, saya tersenyum mengatakan; “Tuhan sendirilah Sang Arsitek, Sang Perancangnya….”

DEMOGRAFI
Gua Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (Indonesia: Pintu/Gerbang Berkat/Rahmat). Gua Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Secara gerejawi, masuk wilayah Stasi Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh,Paroki Santa Perawan Maria Nanggulan, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokassi Goa Lawangsiih hanya berjarak 20 km dari peziarahan Katolik Sendangsono, 13 km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu.

Sunday, July 20, 2014

GUA MARIA SENDANG JATININGSIH - SLEMAN - YOGYAKARTA

Gua Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih berada di wilayah Paroki Klepu, Dusun Jitar, Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pada awalnya gua maria ini diberi nama Sendang Pusung (Sing Ngapusi Busung = siapa yang berbohong akan terkena tulahnya), sesuai dengan nama asli gua. kemudian namanya diubah menjadi Sendang Jati(ning)sih, yang artinya sumber air dari rahmat Tuhan yang sungguh-sungguh mendatangkan kedamaian.

Gua Maria Sendang Jatiningsih sangat cocok digunakan sebagai tempat berdoa atau melakukan perenungan. Tempat ini jauh dari polusi udara dan hiruk pikuk keramaian. suara kendaraan pun hampir tidak terdengar, yang ada adalah suasana hening yang mendalam. Karena terletak di pinggiran sungai progo, bunyi percikan air sangat menambah hikmatnya suasana. Di Gua Maria Sendang Jatiningsih, Anda akan menemukan ketenangan jiwa dan raga.

Saturday, July 19, 2014

GUA MARIA SENDANG SRININGSIH - KLATEN


Sayup-sayup terdengar doa Salam Maria yang tak henti-henti di antara rerimbunan hutan dan celah batu cadas. Untaian doa tersebut menyejukkan hati bagi yang mendengarkan apalagi disapu dengan angin yang sepoi-sepoi berhembus di bawah rindangnya pepohonan. Jalan setapak berupa tangga-tangga yang mulai rusak karena dimakan usia dan erosi merupakan salah satu jalan menuju tempatpeziarahan Gua Maria Sendang Sriningsih. 










Asal mula Gua Maria Sendang Sriningsih

Gua Maria tersebut berawal dari sebuah sumber mata air bernama Sendang Duren yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai tempat yang angker atau sakral. Sendang tersebut tepatnya di dusun Jali, desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman. Dusun Jali adalah sebuah dusun di lereng bukit Mintaraga, Selatan kota Klaten. Tempat tersebut dalam tradisi Jawa menjadi tempat semedi. Lalu pada tahun 1936 munculah gagasan dari Romo D. Harjosuwondo, SJ yang pada waktu itu masih sebagai Pastor Pendamping Stasi Wedi, bersama Bapak . P. Wongsosentono (Lurah Jali waktu itu tokoh sekaligus seorang tokoh umat di daerah Jali) dan Bapak Bei Sutopanitro (seorang guru agama) untuk menjadikan tempat peziarahan. Maka mulai dibangun tempat peziarahan yang bernama Gua Maria Sendang Sriningsih. (Cat. dari buku Kenangan 70 tahun Gereja St Perawan Maria Bunda KristusWedi, Klaten). Adapun nama tersebut mempunyai arti Maria Rajanya Kasih. Dengan nama tersebut diharapkan para peziarah yang berdoa ditempat tersebut selalu mendapatkan kasih dari Tuhan.

Wednesday, July 16, 2014

GUA MARIA SENDANGSONO dan SEJARAHNYA


Sendangsono adalah tempat ziarah Goa Maria yang terletak di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Gua Maria Sendangsono dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, barat laut Yogyakarta.

Tempat ini ramai dikunjungi peziarah dari seluruh Indonesia pada bulan Mei dan bulan Oktober. Selain berdoa, pada umumnya para peziarah mengambil air dari sumber. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit.

Catatan terkait memperlihatkan, Sendangsono awalnya merupakan tempat pemberhentian (istirahat
sejenak) para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur Magelang ke Kecamatan Boro (Kulon Progo), atau sebaliknya. Tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang (mata air) yang muncul di antara dua pohon sono.

Kesejukan dan kenyamanan tempat itu ternyata juga dimanfaatkan untuk bertapa oleh sejumlah rohaniawan Buddha dalam rangka menyucikan dan menyepikan diri. Nilai spiritualistik muncul dan menguat seiring dengan adanya kepercayaan yang didasarkan pada suatu legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija.